Mengagumkan, Bisnis Sepele di Purwodadi Ini Bisa Raup Untung Rp 2,5 Juta Per Hari

Selain menawarkan gorengan, salah satu angkringan di Purwodadi ini juga menyuguhkan buku bacaan segala umur. 
Koran Muria, Grobogan – Dunia bisnis memang erat kaitannya dengan keuntungan. Semakin besar untung yang didapat, semakin sukses pula orang tersebut di dunia usaha. Namun, untuk mendapatkan hal tersebut tidaklah mudah.

Salah satu kiat yang paling cepat adalah dengan menangkan peluang usaha. Di Purwodadi, seorang pemuda berhasil membuktikan hal tersebut. Dengan menekuni bisnis angkringan, ia bisa meraup untung hingga 2,5 juta per hari.

Kategori bisnis angkringan yang dijalani Eko sebenarnya sangat sederhana. Ia memilih tempat berjualan dipinggir jalan. Hal itu untuk memikat hati para pengguna jalan untuk mampir, walaupun sekedar minum kopi dan makan gorengan.

Dari pantauan di lapangan, angkringan ini jualan utamanya adalah nasi bungkus dengan porsi kecil. Lantaran kecilnya, orang sering menyebutnya dengan nasi kucing. Selain nasi, ada pula menu gorengan yang bisa dijadikan lauk. Seperti mendoan, bakwan, tahu isi, sate telur dan tempe bacem.

Disamping nasi dan gorengan, minuman hangat yang dijual biasanya juga jadi incaran pembeli. Baik kopi, teh, susu, dan jahe.

”Sebelum buka angkringan, saya dulu kerja jadi pelayan toko. Setelah menikah lima tahun lalu, saya nekat buka usaha sendiri. Ternyata hasilnya lumayan. Lebih dari cukup sekedar untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Eko, pemilik angkringan di jalan A Yani Purwodadi.

Menurut Eko, untuk buka usaha angkringan memang butuh modal cukup besar. Terutama untuk beli tenda, kursi dan gerobak tempat menaruh barang dagangan. Kemudian, modal lainnya diperlukan buat beli peralatan, seperti baki plastik, gelas dan sendok.

”Untuk gerobak dan peralatan butuh dana sekitar Rp 5 juta. Kalau untuk belanja dagangan harian butuhnya cuma Rp 300 ribu saja,” katanya.

Selain modal, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan kalau mau buka angkringan. Salah satunya adalah lokasi jualan harus strategis tidak terlalu jauh dari jalan dan tempat keramaian. Kemudian, ada modal lain yang perlu dimiliki bagi orang yang mau bikin usaha ini. Yakni, betah begadang.

”Jualan angkringan ini paling cepat tutupnya pukul 01.00 WIB. Kalau gak betah melek (begadang) susah juga kalau mau buka angkringan,” cetus Erik, pemilik angkringan di jalan MT Haryono.

Meski terkesan sederhana, namun omzet penjualan di angkringan itu cukup tinggi. Yakni, mulai Rp 400 ribu sampai Rp 2,5 juta per hari.

Dengan keuntungan tersebut, saat ini tempat jualan angkringan sudah banyak dijumpai. Di kawasan kota Purwodadi saja, sedikitnya ada 50 angkringan yang tersebar di berbagai lokasi.

Meski jumlahnya banyak, namun tidak satupun angkringan yang sepi pembeli. Hampir tiap hari, angkringan ini selalu ramai hingga lewat dinihari. Masing-masing sudah punya pelanggan tetap tersendiri.

0 Response to "Mengagumkan, Bisnis Sepele di Purwodadi Ini Bisa Raup Untung Rp 2,5 Juta Per Hari"

Post a Comment